LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

IKT Desak Direksi PT Timah Mundur

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Ribuan Karyawan Timah yang teragabung dalam Ikatan Karyawan Timah (IKT) menggelar aksi unjuk rasa yang mereka namai apel akbar ini di halaman kantor PT Timah, Pangkalpinang Senin (25/1) Pagi. Unjuk rasa yang meminta mundurnya direksi yang memimpin perusahaan plat merah tersebut berlangsung selama 40 menit.

Dalam unjuk rasa tersebut IKT menilai direksi tidak cakap dalam memimpin perusahaan BUMN tersebut yang berdampak pada ketidakstabilan kondisi perusahaan yang mengancam kesejahteraan karyawan.

“Jelas saya sampaikan dalam sambutan tadi kita minta direksi mundur, karena selama tiga tahun terakhir kondisi perusahaan semakin menurun, laba perusahaan semakin menurun, utang perusahaan semakin meningkat,” ungkap ketua umum IKT, Ali Samsuri sambil mengkoordinir masa yg akan menuju kantor Gubernur Babel.

Permintaan mundurnya direksi di bawah pimpinan Sukrisno telah dilandasi beberapa penilaian dan kajian yang telah dilakukan IKT mengenai kinerja direksi yang tidak mampu mengendalikan perusahaan sehingga menyebabkan perusahaan mengalami kerugian dan terancam bangkrut.

Menurunnya kinerja operasi sejak tahun 2012 diikuti dengan meningkatnya utang jangka pendek dari Rp 263 Miliar menjadi Rp 2,4 Triliun pada tahun 2015. Selain melakukan  Analisa keuangan, IKT juga menilai penghentian seluruh tambang darat oleh perusahaan dan menyerahkan 80 persen tambang laut kepada mitra juga dinilai sangat aneh.

“Sangat ironis, jika perusahaan tambang sekelas PT Timah tidak memiliki tambang  darat di IUP nya sendiri, dan tambang laut 80% dikuasai oleh mitra.  Oleh karena itu, produksi tidak dalam kendali perusahaan dan sangat bergantung kepada mitra,” terangnya.

IKT juga menilai direksi tidak mampu menciptakan hubungan baik terhadap pihak-pihak eksternal yang mengakibatkan banyak terjadi demontrasi yang menolak beroperasinya tambang laut di IUP milik PT Timah, hal tersebut sangat mengganggu produksi perusahaan.

Berdasarkan hasil kajian tersebut, pihaknya menuntut tegas agar direksi untuk segera mundur.” Direktur masih satu periode lagi oleh karena itu kami mendesak jajaran direksi ini untuk mengundurkan diri,” ucapnya dengan tegas.

Menurut Ali kondisi perusahaan berada dalam keadaan hampir bangrut, oleh karena itu pihaknya menginginkan direksi untuk segera mundur atau membenahi sesuai dengan tuntutan yang mereka sampaikan dalam orasi tersebut. “Kami harap jajaran direksi PT Timah untuk segera mengundurkan diri ini demi kelangsungan perusahaan dan kesejahteraan karyawan” tuntutnya dengan semangat.

Ali menyebutkan terbitnya SK Gubernur tentang pemberhentian sementara operasi Kapal Isap Produksi (KIP) di Laut Matras, Laut Tempilang dan Teluk Kelabat merupakan kegagalan direksi dalam menjaga harmonisasi dengan pihak eksternal.

“Pencabutan IUP ini adalah bentuk kegagalan direksi hari ini dalam menjaga harmonisasi dengan pihak eksternal sehingga kami harus turun, padahal menjaga harmonisasi ini adalah tugas daro direksi,” ujarnya saat ditemui awak media.

Ali menyebutkan jika tuntutan mereka tidak diindahkan oleh redaksi pihaknya akan melakukan aksi lanjutan yakni ribuann karyawan akan melakukan mogok kerja dan melakukan aksi yang lebih besar.
“Kalau tuntutan ini tidak digubris kami akan membuat yg lebih ekstrim kami akan mogok kerja seluruhnya” tegasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button