LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Gubernur Tidak Cabut SK dalam Pertemuan dengan Stake Holder

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Rustam Effendi dalam pertemuan tertutup dengan stake holder terkait polemik penambangan laut yang menuai pro dan kontra tetap berkomitmen untuk tidak mencabut surat keputusan terkait pemberhentian sementara KIP di wilayah tertentu.

Rustam yang memanggil Direktur PT Timah, Sukrisno. Tidak tampak menghadiri pertemuan tersebut, dalam hal ini PT Timah diwakili oleh Ahmad Subagja sebagai Direktur Operasional danĀ  Abrun Abubakar selaku Direktur Sumber Daya Manusia PT Timah.

Pertemuan tertutup di ruang Pantai Tanjung Pendam, Kantor Gubernur Babel, Senin (25/1). Pertemuan tersebut juga dihadiri oleh ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Babel, Direktur Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) dan Kepolisian Daerah (Polda) Babel.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga jam tersebut, tidak mengizinkan awak media untuk meliput dari dalam, ketika dikonfirmasi awak media terkait tidak boleh masuknya wartawan pihak keamanan menegaskan ini adalah perintah dari atasan.

Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya mengatakan dalam pertemuan tersebut Gubernur Babel, Rustam Efendi tetap komitmen untuk tidak mencabut Surat Keputusan Gubernur diterbitkan pada 18 Januari No 540/40/DPE tentang pemberhentian sementara operasional kapal keruk di Laut Kelabat, Laut Tempilang dan Laut Matras hingga situasi kembali kondusif.

“Yang jelas Pak Gub sudah punya keputusan bahwa beliau untuk sementara ini tetap berkomitmen untuk menghentikan sementara kapal isap produksi di teluk kelabat, tempilang, dan Matras. Hanya tiga lokasi ini dan itu masih menunggu hasil pertemuan antara PT Timah, masyarakat nelayan dan pengusaha serta tim yang dibentuk Gubernu,” ujarnya usai menghadiri rapat tersebut.

Didit juga meminta kepada dua pihak ini tidak mudah terprovokasi dengan keadaan dan dia juga mengapresiasi keputusan gubernur tersebut guna menciptakan kondisi yang kondusif terlebih dahulu.

“Kita minta ini jangan terbawa emosi, nelayan harus mampu mengendalikan diri dan IKT juga harus mampu menahan diri, direksi PT Timah juga sebaiknya mampu menenangkan suasana ini dan biarkan tim gubernur bekerja dulu,” tegasnya.

Sementara itu Direktur Operasional PT Timah, Ahmad Subagja mengatakan apa yang disampaikan dari pertemuan tersebut merupakan hasil yang maksimal, pihaknya mengaku akan mencoba merangkul masyarakat dan akan merundingkan persoalan ini.

“Itulah yang maksimal, nanti tetap ada ruang untuk dilanjutkan, akan diselesaikan dan dibicarakan dengan masyarakat, akan coba merangkul semua yang penting untuk kebaikan bersama tapi tetap harus dirundingkan, kami akan tetap menghormati pimpinan daerah karena gak mungkin kita jalan sendiri,” ujarnya dengan tergesa-gesa saat ditemui awak media.

Sementara itu, Direktur Walhi Babel, Ratno Budi menegaskan pihaknya tetap meminta agar Gubernur untuk menghentikan KIP lantaran mereka menilai banyak kerusakan yang sudah ditimbulkan akibat keberadaan kapal isap ini.

“Kami intinya tetap pada lima point tuntutan kami, cabut tambang laut, minta pemda moratorium tambang laut, tambang harus dikeluarkan dari perda tata ruang, mendesak perusahaan tambang untuk rehab wilayah laut,” tegasnya, usai menghadiri pertemuan tersebut.

Ia berharap, agar Gubernur tetap menghentikan operasionl kip ini, karena di wilayah-wilayah yang bersinggungan dengan nelayan dan sebagainya.”Dalam rapat tadi, intinya gubernur tak akan mencabut izinĀ  tambang laut, karena ada konflik timah, dan saya melihat Gub tersinggung dengan pt. Timah, sudah berikan aturan tapi timah tak mau ikuti,dan kecewa juga dirut timah tak datang, malahan IKT datang kerahkan massa kesini,” tandasnya.

Ratno menilai, kisruh yang terjadi di pt. Timah ini harusnya diselesaikan internal PT Timah, bukan dibawa ke ranah pemerintahan. “PT Timah tadi tak berikan banyak masukan, dan cenderung diam, karena yang hadir bukan Dirut Timahnya,” imbuhnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button