LENSA NASIONALNEWS

Disperindag Harap Pertamina ikut Sidak ke Pangkalan Elpiji

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Bangka Belitung (Babel) beberapa hari lalu kembali melakukan sidak ke agen hingga pangkalan Elpiji 3 kg di Kabupaten  Bangka Tengah. Hal itu sebagai bentuk antisipasi adanya agen dan pangkalan elpiji yang nakal dalam pendistribusian ke masyarakat.

“Kita lakukan sidak karena dulu ada masalah kelangkaan dan harga serta stok berkurang, jadi kemarin kita sidak di SPBE Air Mesu dan Pangkalan Baru, Bangka Tengah. Jadi kita cek kita timbang berapa market yang kosong dan yang terisi yang dibagikan ke setiap agen,” ungkap Kepala Disperindag Babel, Yuliswan kepada wartawan, Senin (18/1).

Yuliswan mengungkapkan berdasarkan hasil sidak dari SPBE diketahui hanya dibagikan ke empat agen di Bangka Tengah dan Bangka Selatan. “Salah satunya di Bangka Tengah ada namanya CV Bintang Kejora itu kita telusuri apa saja pangkalannya, dari situ kita ketahui kalau mereka ada 61 pangkalan dan kita berikan pencerahan kenapa apa ini harga mahal, dari situ kita dapat penjelasan bahwa dari agen diberikan ke pangkalan  dari pangkalan langsung ke konsumen. Kenapa mahal, nah ternyata pangkalan tidak beli langsung ke agen,” terangnya.

Yuliswan berharap agar Pertamina juga turun melakukan sidak bersama Disperindag. Mengingat, selama ini Disperindag kerap sendirian menindaklanjuti laporan masyarakat soal elpiji dijual dengan harga mahal dan langka. “Kita juga harapkan dari Pertamina sama-sama turun jangan cuma kita, jangan konsumen hanya mengeluh ke kita saja,” imbuhnya.

Disinggung adanya masyarakat membeli elpiji 3 kg dengan kisaran 20 ribu ke atas, Yuliswan tak menampik. Tapi menurutnya itu karena ada agen atau pangkalan yang membandel, karena harga elpiji berdasarkan SK Gubernur yakni Rp 15.900,.

“SK Gubernur kan harganya 15.900 di pangkalan, paling sekitar 16 ribu lah masyarakat beli. Dan agen beli ke Pertamina saya rasa tidak segitu, paling 14 ribuan lah,  jadi sampai ke masyarakat sekitar 16 ribuan ,” pungkasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button
Close
Close