LENSA NASIONALLENSA TINSNEWS

Didit menilai PT Timah bersikap arogan

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Didit Srigusjaya menyesali sikap arogansi PT Timah yang tidak menghentikan aktivitas Kapal Isap Produksi (KIP) di Teluk Kelabat. Ia menilai perusahaan plat merah ini tidak mengindahkan aspirasi masyarakat.

“Intinya begini kita sudah kirim surat, kalau belum masuk saya akan cek lagi hari ini,  saya sangat menyesali sikap arogansi PT Timah ini,  bayangkan pak gubernur sudah kirim surat dprd sudah kirim surat tapi masih saja beroperasi,” imbuhnya dengan kesal saat ditemui usai menghadiri acara PWI di kantor Gubernur Babel pada Selasa (19/1).

Didit menilai PT Timah lebih  pro terhadap kepentingan pengusaha dibandingkan aspirasi rakyat. Ia bahkan mengutarakan bahwa perusahaan negara ini tidak menghargai keputusan yang telah dituangkan dalam peraturan bupati yang melarang beroperasinya KIP di kawasan wisata.

“Kalau kita boleh jujur PT Timah ini muaranya lebih banyak mengutamakan kepentingan pengusaha dibandingkan masyarakat janganlah ada negara di dalam negara. Masak DPRD dan Gubernur sudah tidak dihargai lagi apalagi masyarakat,” tuturnya.

Menurut Didit pihaknya sudah sering kali mengingatkan PT Timah untuk menghentikan operasi KIP dikawasan wisata bahari tersebut. Didit menyebutkan pihaknya tidak bertanggung jawab lagi atas aksi – aksi yang akan dilakukan masyarakat mengingat dewan dan gubernur sudah menyampaikan aspirasi tersebut hingga ke presiden RI.

“Yang jelas begini surat itu sudah kita bikin, seharusnya PT Timah harus menghargai aspirasi masyarakat. Jika masyarakat melakukan aksi maka kita tidak bertanggung jawab, sudah berapa kali kita munculkan statement kita di media agar PT Timah menghentikan aktivitas ini,” ucapnya.

Ia menyatakan pihaknya akan terus memperjuangkan aspirasi rakyat bahkan pihaknya sudah menentukan langkah selanjutnya apabila PT Timah masih enggan untuk memberhentikan KIP. “Tindak lanjut kalau masih beroperasi kita akan kirim ini ke DPR RI, karena percuma kita ke BUMN tidak didengar kalau masih gak bisa kita hanya akan mengadu kepada Allah, tolong PT Timah jangan arogan,” ucapnya.

Politisi PDIP ini meminta aparat untuk lebih pro pada masyarakat dalam melakukan penertiban, ia juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak melakukan tindakan anarkis saat melakukan aksi-aksi penolakan KIP. “Saya minta kepada aparat untuk berpihak kepada rakyat karena yang perlu kita lindungi ini rakyat,” himbaunya.

Serketaris PT Timah, Agung Nugraha menampik pihaknya yang dinilai arogansi, menurutnya apa yang mereka lakukan ini mengikuti prosedur – prosedur yang tidak merugikan pihak manapun. “Tidak ada yang arogansi cuma disini harus melihat kan semua ada tahapannya tidak semerta-merta berhenti, arogansi itu tidak ada, kami juga melaksanakan amanah rakyat kok,” ujar Agung saat dihubungi lensababel.com via telpon.

Agung mengakui pihaknya telah menerima surat yang dilayangkan DPRD dan Gubernur Babel. Menurut Agung masih beroperasinya KIP ini bukan berarti PT Timah tidak menghargai permintaan tersebut, namun Pihaknya masih memikirkan dampak dari pemberhentian tersebut baik bagi perusahaan, rakyat, maupun negara.

“kenapa harus diberhentikan? iya kita memang sudah terima suratnya, tapi kan tidak serta merta kita harus berhenti, karena kita kan punya juga punya tahapan-tahapannya bukan berarti kita tidak menghargai pemda. Kita harus pikirkan karyawan, kita harus pikirkan dana eksplorasi yang telah kita keluarkan itu juga yang akan dipertanggungjawabkan kepada negara, dasar pemberhentiannya apa itukan harus jelas” tekannya.

Agung juga mempertanyakan pihak mana saja yang menolak beroperasinya KIP. Karena menurutnya pihaknya telah mengantongi izin tersebut. “Masyarakat yang mana setau saya masyarakat yang disana malah menerima, aspirasi masyarakat pasti kita dengarkan cuma kita juga berpikir masyarakat itu masyarakat yang mana yang harus kita pertimbangkan. Selama kita merasa legal saya rasa tidak masalah,” tandasnya.

 

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button