LENSA KRIMINALLENSA NASIONALNEWS

Di Babel Narkotika Sudah Masuk Desa

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bangka Belitung mengungkapkan data  hasil penelitian penyalahgunaan narkotika di wilayah Babel sepanjang tahun 2014 mencapai 1,85 persen atau sekitar 18.000 orang. Angka yang sangat fantastis jika dilihat dari jumlah penduduk Babel yang diperkirakan mencapai 1.300.000 jiwa.

“Kondisi Penyalahgunaan narkotika di Babel bahwa angka prevalansi di Babel hasil penelitian di tahun 2014 sebesar 1,85 persen yakni sekitar 18.000 penyalahgunaan di Babel, ini angka yang besar bagi provinsi kita yang kecil ini yang penduduknya masih sedikit. Saya harapkan pengguna narotika ini mau melaporkan diri secara sukarela melakukan rehabilitasi baik secara medis maupun sosial,” ujar Kepala BNNP Kombes Pol Setyo Raharjo usai menghadiri acara seminar wawasan anti narkoba di Hotel Puncak pada Selasa (26/1).

Setyo menyebutkan di Babel penyalahgunaan narkotika paling banyak terjadi di Pangkalpinang. Menurut Setyo penyalahgunaan narkoba sudah merambah ke desa-desa dengan menyentuh berbagai kalangan masyarakat.

“Paling banyak di Pangkalpinang, kita lihat di Babel ini di desa-desa sudah ada penyalahgunaan narkotika kemudian jenis narkotika yang beredar sudah bermacam-macam sekarang sudah ada ganja, sabu, ekstasi, kelompok usianya beragam dari usia 15-60 an tapi yang paling banyak dikisaran usia 30 tahunan,” ujarnya.

Ia mengapresiasi masyarakat yang sudah bersedia melaporkan berbagai macam tindak penyalahgunaan narkotika di daerah mereka. Karena menurutnya hal ini sangat efektif dalam membantu BNNP untuk memerangi narkoba.

“Saya berterima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada BNN tidak pidana narkotika. Saya juga menghimbau kepada masyarakat agar masyarakat peduli terhadap masalah narkotika dengan melaporkan kepada BNN apabila ada saudara, tetangga menggunakan narkotikan untuk dilakukan rehabilitasi di BNN,” harapnya.

Ketika disinggung sejauh mana peran masyarakat saat ini terhadap penanggulangan penyalahgunaan narkotika, Setyo mengakui sudah banyak masyarakat yang berperan dalam pemberantasan namun dalam hal pencegahan masih sangat minim.

“Peran serta aktif masyarakat kepada BNNP khususnya dalam p4GN khususnya dalam pemberantasan yaitu dalam peneggakkan hukum yaitu BNN bisa mengungkap jaringan narkotika karena ada masyarakat yang membantu dalam memberikan laporan,” tambahnya.

“Tetapi peran masyarakat yang membantu dalam memberikan laporan aktif dalam bidang pencegahan masih sangat kurang perlu adanya peran masyarakat dalam pencegahan untuk bidang peneggakkan hukum dan pemberantasan,” imbuhnya.

Ia mengakui dalam rangka memerangi narkoba pihaknya telah mengadakan sinergisitas dengan berbagai pihak termasuk dengan kelompok masyarakat guna menyelematkan generasi penerus Bangsa. Karena menurutnya memerangi penyalahgunaan narkotika adalah tugas bersama.

“Sinergisitas dengan instansi lain BNNP selalu berkoordinasi dengan aparat kepolisian, TNI,  Bea Cukai, Dinas Sosial kalau melakukan penegakkan hukum dengan polda dan kejaksaan kalau kemudian apabila kita melakukan rehabilitasi kita melakukan kerjasama dengan Rumah Sakit Jiwa dan Departemen kesehatan,” tandasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button