LENSA TINSNEWS

26 Industri Pertambangan Kantongi SPE

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang- Dinas Perdagangan dan Industri Provinsi Bangka Belitug (Babel) mencatat baru 26 Perusahaan industri pertambangan (Smelter) di Babel yang mengantongi rekomendasi Surat Persetujuan Ekspor (SPE) dari Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) periode November-Desember 2015.

Kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Luar Negeri dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) Babel, Muhammad Ayub merilis data 26 perusahaan pertambangan yang sudah mengantongi SPE 23 Industri dengan jenis timah murni batangan dan 3 perusahaan yang mengekspor timah industri dengan jenis solder bar, wire bar dan Solder Bar Extrude dan Casting. “Ia sebelumnya pada oktober baru ada 19 perusahaan, dari november sampai sekarang sudah ada 26 perusahaan yang memiliki SPE, ada tambahan 7 perusahaan dari 28 yang terdaftar dalam Eksportir Timah (ET),” terangnya saat ditemui Senin, (11/1). Tujuh industri perdagangan yang baru mengantongi SPE dalam kurun dua bulan terakhir ialah PT SI Tech Indonesia, PT Timah Industri, PT Bangka Prima Tin, PT Mitra Stania Prima, PT Bukit Timah, PT Prima Timah Utama, dan CV Ayi Jaya.

Adapun perusahaan yang sudah memiliki SPE periode sebelumnya ialah PT Timah Tbk, PT refined Bangka Tin, PT Mitra Stania Prima, PT Solder Indonesia, PT Sumber Jaya Indah, PT Stanindo Inti Perkasa, PT Aries Kencana Sejahtera, PT DS Jaya Abadi, PT Bangka Tin Industry, PT Prima Timah Utama, PT Tommy Utama, CV Venus Inti Perkasa, PT Tinindo Inti Perkasa, PT Sariwiguna Binasntosa, PT Eunindo Usaha Mandiri, PT Arta Cipta Langgeng, PT Belitung Industri Sejahtera, PT Inti Stania Prima, dan PT ATD Makmur Mandiri.

Ayub menambahkan untuk rilis data perusahaan yang memiliki ET di tahun 2016 ini belum diterimanya, namun ia menyakini akan ada penambahan jumlah perusahaan yang akan mengantongi SPE mengingat kepemilikan SPE merupakan syarat untuk kegiatan ekspor. “Kami belum terima dari pusat untuk 2016, tapi nanti pasti ada tambahan mungkin sedang di proses dan untuk membuat SPE kan harus dilengkapi syarat-syaratnya, tapi data yang ada di kami saat ini ada 26 yang sudah memiliki SPE,” ujarnya. “Perusahaan yang terdapat dalam ET (Eksportir Terdaftar) seharusnya punya SPE karena perusahaan yang memiliki ET wajib memiliki SPE apabila mereka mau melakukan kegiatan ekspor sesuai dengan yang tertera di Permendag 33 tahun 2015,” tekannya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button