LENSA NASIONALNEWS

Waspada Babel Berpotensi Zoonosis

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Kepala Dinas Pertanian, Perkebunan, dan Peternakan Bangka Belitung (Babel), Tony Batu Bara menjelaskan babel berpotensi terserang wabah Zoonosis mengingat 90 persen hewan konsumsi yang beredar di Babel masih didatangkan dari luar Bangka.

“Kita memiliki banyak pintu masuk yg membuka peluang masuknya wabah ini ke babel, lebih dri 90 persen hewan masih kita datangkan dari luar, sehingga dibutuhkan pengawasan yang ketat untuk lalu lintas hewan dan produknya antar seluruh provinsi,” ujarnya saat membuka rapat koordinasi bersatu bersama save zero zoonosis di Grand Mutiara Kamis, (3/12).

Ketua Pelaksana rapat koordinasi, Djunaidy menjelaskan bahaya dan pengaruh wabah zoonosis dan melalui rapat ini dibantu dengan komisi penanggulangan Zoonosis Provinsi melakukan upaya pencegahan dan penanggulangan terhadap wabah yang semakin meresahkan dunia.

“Zoonosis adalah penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia atau sebaliknya nah kondisi saat ini hampir masyarakat dunia concern terhadap zoonosis karena 70 persen daripada penyakit baru yang muncul yang menyerang manusia ternyata bersifat zoonosis dan itu selalu meningkat dari waktu kewaktu. Tidak menutup kemungkinan jika kita tidak menyikapinya penyakit tahun berikutnya bisa bertambah lagi, lama-lama wabah ini mungkin bisa muncul di Babel dan ini berbahaya,” jelasnya disela-sela rapat.

Ia menyebutkan di Babel saat ini belum ada wabah Zoonosis, tapi perlu dicegah dan ditanggulangi sejak dini, mengingat visi pemerintah yang akan mengembangkan pariwisata Babel dan letak geografis Babel yang memiliki banyak pintu masuk untuk penularan wabah ini.

“Jadi gini penyakit zoonis banyak sekali, di Babel belum ada penyakit yang menular dari hewan ke manusia tetapi penyakit zoonoosis pada hewan sudah ada seperti flu burung, untuk itulah jangan sampai menular ke manusia kita lakukan upaya pencegahan dan penanggulangannya. Untuk itu pemerintah mempunya kebijakan bahwa di setiap provinsi dan kabupaten kota tujuannya untuk mengantisipasi di wilayah Babel,” terangnya.

Ia menjelaskan salah satu cara pencegahan wabah ini dilakukan dengan mengawasi lalu lintas hewan yang masuk wilayah babel diperketat dikontrol secara benar. “Secara umum di Babel kita masih belum ada kejadian Zoonosis seperti antraks, rabies, pes, flu burung, karena saat ini kita sudah bebas dari wabah itu, rabies bebas, antraks bebas, jadi harus kita pertahankan. Hal ini kita lakukan juga untuk mendukung pariwisata, agar wisatawan yang datang ke Babel merasa aman,” katanya.

Humas Angkasa Pura, A Masriful mengaku pihaknya mengawasi secara ketat lalu lintas hewan di Bandara, mengingat bandara merupakan salah satu pintu masuk hewan-hewan yang datang ke Babel.

“Sebetulnya kita dari bandara untuk pengiriman maupun pemberangkatan tentunya berkordinasi dengan pihak karantina, kalau belum ada ke clearan dari pihak karantina maka kita tidak bisa memberangkatkan hewan tersebut, itu prosedurr kami dan sampai saat ini hal tersebut selalu mereka patuhi aturan itu sehingga kemungkinan untuk itu kecil,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Ia mengakui karatina bandara sudah memiliki detektor hewan yang memiliki penyakit menular, sehingga hal ini bisa dideteksi sejak dini, namun pihaknya tetap terus berkoordinasi dengan pihak kesehatan.

“Tanpa ada izin dari karantina kami tidak bisa berangkatkan, kami terapkan ini dengan ketat mengingat banadra merupakan salah satu pintu masuk, baik karantina hewan kami tingkatkan pemeriksaan dan memiliki alat untuk mendeteksi penyakit menular tertentu dan tentunya kami berkoordinasi dengan pihak kesehatan,” tandasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button