LENSA NASIONALNEWS

Nelayan kepiting hilang misterius

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) hingga saat ini masih berupaya melakukan pencarian terhadap nelayan kepiting yang hilang sejak Selasa (1/12) kemarin. Pencharian yang dimulai sejak tadi malam hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil.

Andrian (60) warga selindung lama yang dikabarkan hilang saat mencari kepiting di sekitaran rawa-rawa Jalan Lingkar Timur Selindung hingga kini belum ditemukan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Babel, Tagana kota Pangkalpinang, Dit Pol Air Polda Babel dibantu warga sekitar terus menyisir sejumlah lokasi anak sungai Baturusa.

“Kita dapat informasi dari jam 8 malam tadi, jadi kami langsung ambil tindakan ke TKP untuk mengecek kebenarannya. rupanya pas kami sampai sudah kumpul pihak keluarga dan warga sekitar jadi kami koordiansi dengan pihak kecamatan dan keluarga memang benar korban hilang atas nama Andrian, langsung kami lakukan pecarian,” Ujar Komandan Regu (Danru) Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Babel, Nazaroni.

Nazaroni menjelaskan kronologi hilanganya Andrian diperkirakan sekitar pukul 11 siang, berdasarkan informasi keluarga diketahui bahwa korban tidak bisa berenang sedangkan rute yang digunakan untuk mencari kepiting harus menyebrangi rawa-rawa namun airnya tidak terlalu tinggi.

“Dia (Andrian-Red) ini nelayan pencari kepiting yang kebiasannya pagi-pagi cari kepiting untuk meletakkan bubu, lalu korban sempet pulang kerumah sekitar jam 10 lalu jam 11 balik lagi sampai sekarang belum pulang,” jelasnya.

Sepanjang penyisiran yang dilakukan oleh tim mereka telah menemukan sepeda korban dan 6 bubu (alat yang digunakan untuk mencari kepiting). 3 bubu ditemukan di darat, dan 3 bubu lainnya masih terpasang di perairan.

“Untuk saat ini kami sudah melakukan pencarian penyisiran di lokasi-lokasi biasa korban cari kepiting termasuk kiri dan kanan sudah kita sisir. Saat ini kita menemukan bubu, menurut informasi pihak keluarga bubu itu benar milik korban, dan katanya ada 10 yang kita temukan ada 6,” terangnya.

Tim pencarian terkendala kondisi alam dan medan karena dilapangan kondisi air sedang pasang. “kendala saat ini air pasang, sedangkan lokasi cukup jauh dan diujung sana itu sungai besar baru rusa, jadi kita tadi kita sudah lakukan penyisiran bersama unsur terkait kita dari BPBD dan Sat Pol air dan masyarakat ada dari tagana,” tandasnya.

Sementara itu, Salah satu kerabat korban, Hendrik (40) membenarkan kerabatnya hilang saat mencari kepiting. Dirinya pun terkejut saat mendapat kabar menghilangnya sang kakak. Ia berharap kakaknya dapat sesegerakan mungkin ditemukan.

“Aok (iya-red) kakak saya yang no 2 hilang pas lagi cari kepiting, saya terkejut saat ditelpon dan langsung kesini, sekarang banyak yang nyari dibantu tim tetangga dan kawan-kawan yang bias cari keipiting juga ikut turun nyari, semoga be (saja_red) bisa cepat ditemukan,” harapnya.

Pantauan lensabangkabelitung.com hingga sore hari masih banyak warga yang masih berada disekitar lokasi untuk melihat maupun ikut menyisir lokasi. Beberapa tenda darurat milik BPBD dan kementrian sosial juga berdiri disekitar lokasi pencarian.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button