LENSA NASIONAL

Gubernur : Pelaku Money Politic Langsung Ditangkap

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Rustam Efendi menegaskan akan menangkap pasangan calon bupati dan wakil bupati yang melakukan politik uang. Ia juga meminta kepada setiap pemilih untuk tidak membawa peralatan elektronik saat berada di Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Siapapun yang melakukan money politic ya tangkap, maka itu sebaiknya mereka yang masuk ke TPS tidak pakai hp, karena hp ini menjadi mode baru untuk negoisasi suara,” tekannya.

Ia meminta kepada semua pihak untuk berperan mengawasi pemilukada agar berjalan dengan aman dan bersih guna mendapatkan pemimpin yang berkualitas dan memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Untuk saya minta dukungan kepada tokoh masyarakat, Lsm, tokoh agama agar dapat membantu untuk mengawasi agar tidak terjadi money politic tentunya untuk menciptakan kenyamanan dan keamanan baik bagi pemilih maupun bagi calon untuk berkampanye sehingga menghasilkan pemimpin yang berkualitas,” harapnya.

Menanggapi potensi konflik yang terjadi saat pemilukada, Politisi PDI-P ini mengakui akan terdapat beberapa TPS yang dianggap rawan. Oleh karena itu pihaknya telah mengantispasi konflik dengan meningkatkan keamanan.

“Saya pikir kan ini mainan baru kita harus mempersiapkan dan memantapkan pelaksanaan pilkada serentak ini terkait dengan pengamanan, saat ini hasil pantauan kita dari pusat ada 18 TPS yang rawan tapi saya yakin dan percaya masing-masing parpol dapat bertindak sportif sehingga saya yakin ini bisa diantisipasi,” ujarnya.

Kapolda Babel, Brigjen Pol Gatot Subiyaktoro menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu pengamanan pilkada yang berlangsung Rabu mendatang.

“Harus kita amankan kita sudah latihan 1 minggu meskipun yang melaksanakan Polres tapi Polda siap untuk memback up, mari kita sama-sama jaga kemanan pilkada di wilayah Babel khususnya di 4 kabupaten yang melaksanakan,” ujarnya.

Ia menyebutkan 2/3 pasukannya dikerahkan untuk turun serta dalam mengamnkan pilkada. Berbagai prasarana juga telah disiapkan untuk mengantisipasi beberapa pontensi konflik yang terjadi.

“sekitar 2/3 lah kekuatan kita kerahkan untuk pengamanan, tapi untuk disetiap TPS itu ada 1000 an lebih. Kalau potensi konflik memang ada tapi kita tidak boleh underestimate kita antispasi melalui kegiatan sosialisasi,” ungkapnya.

Terhadap potensi konflik yang terjadi pihaknya tidak mau under estimate, karena memang potensi konflik itu ada, tapi dapat diminimalisir melalui sosialisasi dan pendekatan. “Kita tidak mau under estimit, yang jelas ada. Tapi bisa minimalisir melalui pendekatan dan sosialisasi supaya konflik itu tidak membesar,” tandas Brigjen Gatot.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button