LENSA KRIMINALNEWS

7 Kapal Compreng Diamankan

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Tujuh Unit Kapal Compreng yang beroperasi di perairan Tanjung Berikat, Bangka Tengah diamankan Dinas Kelautan dan Perikanan Bangka Belitung (Babel) pekan lalu. Kapal-kapal yang berasal dari pulau Jawa ini meresahkan nelayan lokal lantaran menggunakan penerangan yang lebih.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikan (DKP) Bangka Belitung (Babel), Sarjulianto menjelaskan pengamanan 7 unit kapal Compreng yang digunakan untuk menangkap cumi ini dikarenakan tidak memiliki izin dan melewati aturan wilayah perairan.

“Mereka masuk ke perairan kita kesalahannya adalah mereka memasuki wilayah perairan kita tanpa izin, masalah kapal compreng dia punya penerangan lebih dengan sinar yang sangat terang, nah sudah kita tangkap,” jelasnya.

Sarju mengakui penangkapan ini bermula dari laporan nelayan yang terganggu dengan penyinaran kapal compreng saat menangkap ikan. “kita dapet informasi dari nelayan ada kapal compreng kapal yang menyalahi aturan yang mempuyai penyinaran yang lebih digunakan untuk menangkap cumi ini terjadi di perairan Bateng, Setelah laporan kita terima, kemudian saya tugaskan rekan-rekan kapal dan PPNS akhirnya betul dan ditangkap 7 kapal,” terangnya.

Saat diselidiki ketujuh kapal ini tidak memiliki izin berlayar di Kepulauan Babel, oleh karena itu pihaknya mengamankan kapal-kapal tersebut. “Setelah diindentifikasi masuk keperairan wilayah perairan kita 12 mil tanpa ada ijin berarti mereka menyalahi aturan wilayah pelayaran. Kapal-kapal ini berasal dari pulau jawa seperti Banten.

Ketujuh kapal itu adalah Kapal Bintang Agrio dengan kapten Arifin, Kapal Samudra Jaya yang dipimpin Ali Marwan, Kapal Tetap Jaya II yang diketuai Jamal, Kapal Naga Turing II yang dinahkodai Maralian, Kapal Sumber Rezeki yang dinahkodai Jamroni, Kapal Bara Mudi dinahkodai Anton, dan Kapal Meri Jaya yang dinahkodai Imam Santoso.

Ketujuh kapal tersebut kini sudah dilepaskan setelah dilakukan pembinaan dan menyutujui untuk tidak beroperasi di wilayah perairan Babel, namun jika masih dilakukan pihaknya akan menerapkan sanksi hukum.

“Kami dari PPNS (Penyidik Pegawai Negeri Sipil-Red) koordinasi dengan Polda setelah dipertimbangkan akhirnya ini hanya diberikan pembinaan, dan ini sudah last warning untuk dikasi pembinaan, akhirnya setelah mereka sepakat menandatangi BAP mereka kita lepaskan, apabila ia melanggar daerah pelayaran kita lagi ia akan disidik,” tegas Sarju.

Ia menambahkan ketujuh kapal ini belum lama beroperasi di wilayah tangkapan nelayan dan ia mengapreasi nelayan-nelayan yang sigap melaporkan kapal-kapal asing yang beroperasi di wilayah perairan Babel. Menurutnya ini adalah bentuk sinergisitas dengan nelayan guna menjaga daerah tangkapan nelayan.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button