LENSA TINSNEWS

Tidak ada keterlibatan oknum dalam kasus TI Apung

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Direktorat Kepolisian Perairan (Dit-Polair) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) setelah melakukan pengembangan menetapkan 7 tersangka pemilik dan pekerja ponton Tambang Inkonvensional (TI) jenis Apung yang diduga ilegal yang beroperasi di pesisir pantai Tanjung Bunga Air Itam pada Senin (16/11/) siang kemarin.

Seijin Direktur Kepolisian Perairan (Dir-Polair) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Kombes Pol Lukas Gunawan melalui Kasi Gakkum, AKBP Adi Nugraha membantah keterlibatan oknum anggota dalam operasi penertiban ponton TI yang beroperasi di kawasan Tanjung Bunga.

“Kasus TI Apung di Tanjung Bunga ini terus kita kembangkan, sejauh ini dalam pemeriksaan tak ada keterlibatan oknum anggota, kendati demikian masih tetap kita telusuri karena kan sebelumnya lima setelah dikembangkan sekarang sudah ditetapkan 7 tersangka,” terang Kasi Gakkum.

Menurutnya penertiban tersebut dalam rangka Operasi Pertambangan Timah Ilegal (Ops-PETI). Kali ini aparat berhasil mengamankan 7 tersangka yang merupakan warga Air Itam yakni IW, DD, AG, AL, SK, BD dan SR mereka memang berprofesi sebagai penambang liar bahkan keempat diantaranya sebagai pemilik ponton TI Apung.

Adapun untuk barang bukti yang diamanakan adalah 5 Unit TI Apung jenis rajuk, 4 pemilik ponton, 3 pekerja ponton dan pasir timah 110 Kilogram yang terbungkus dalam 5 kampil.

“kita mengamankan 5 unit TI Apung jenis rajuk, dengan tersangka sebanyak 7 orang dan juga barang bukti berupa timah kurang lebih 110 Kg,” ujarnya.

Penyidik selanjutnya menerapkan Pasal 158 dan Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

Dit-Polair Polda Babel selama masa Ops Peti telah berhasil mengamankan satu Kapal yang diindikasi akan menyelundupkan timah dan juga menertibkan TI Rajuk jenis Apung di wilayah Tanjung Bunga. Dalam operasinya Dit-Polair telah memiliki sasaran-sasaran setelah melakukan hasil pantauan. Hingga saat ini target tersebut sudah tercapai.

“Kami melakukan proses pemantauan terlebih dahulu seperti di Tanjung Bunga ini kan diketahui banyak yang beroperasi disana, kalau target sesuai dengan TO sudah tercapai, tetapi selama Operasi PETI ini masih berlangsung kami akan terus tertibkan meski targetnya sudah tercapai, kemarin juga kita amankan kapal yang diduga mau selundupkan timah” jelasnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button