LENSA NASIONALNEWS

PLN Didesak untuk selesaikan PLTU

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Komisi VII DPR-RI mendesak PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk segera merealisasikan operasional Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Air Anyir yang hingga saat ini masih belum layak operasi dalam menyuplai listrik untuk Babel. Hal ini senada dengan banyaknya keluhan masyarakat akan layanan listrik tersebut.

Wakil Ketua Komisi VII, Satya Widya Yudha mengatakan, PLN harus bisa memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat Babel dengan memenuhi ketersediaan listriknya. Dengan harapan dapat menarik pihak swasta untuk berinvestasi di Babel. Selain itu, ia juga memberikan solusi lain untuk memenuhi kebutuhan listrik di Babel melalui energi baru terbarukan yang bisa dimanfaatkan.

“Kami minta pln bisa memastikan kapan pltu bisa betul-betul beroperasi, karena sudah cukup banyak uang negara yang dikucurkan,” ujarnya saat rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Pasir Padi Gubernur Babel pada Selasa (10/11).

Anggota komisi VII, Nasir menambahkan agar PLN berkomitmen serius untuk memastikan kapan terealisasinya pltu berkapasitas 2X30 MW. Mengingat pembuatan PLTU ini sudah ditenderkan sejak 2008 lalu dengan anggaran 1.000 dollar per kw. Ia juga mengingatkan agar PLN bisa menyelesaikan pekerjaan ini dengan baik agar tidak muncul masalah baru terkait jaringan yang bermasalah.

“Pln sudah 5 tahun bangun pembangkit namun hanya janji saja, belum ada kepastian kapan terealisasinya. Saya tidak tau pola manajemennya seperti apa, uang yang dikeluarkan itu adalah utang negara, tak ada tujuan jelas. Tolong berikan kepastian, operasionalnya kapan? anggaran yang dikeluarkan perlu audit, negara sangat rugi,” cecarnya.

“Saya minta pak ketua (komisi VII-red) ini dibentuk pansus, karena jika tak dibentuk, tak akan terungkap,perlu tinjau ulang kedepan, jangan sampai ini berlarut-larut, dan jangan ada pembangkit selesai jaringannya gak ada,” tukasnya.

Sementara itu, perwakilan PLN wilayah Sumatera, menjelaskan bahwa sudah ada beberapa yang beroperasi namun belum maksimal dan ia mengakui jika pekerjaan pltu ini tak semulus harapan, ditambah kontrak dengan kontraktor Cina ini mengalami hambatan, sehingga sering lamban dan suplai tidak maksimal yang mempengaruhi suplai ke masyarakat.

“Unit 2 sudah di operasi januari 2014 lalu, namun memang performanya belum bagus, sedangkan unit 1, sedang dites, kita harapkan akhir bulan ini jalan. Ini memang cukup rumit,” akunya.

Perwakilan dari PLN juga meminta bantuan kepada komisi VII DPR RI terkait transimi. Berkaitan dengan energi baru terbarukan, ia mengaku sudah mencobanya.

“Pada tahun 2014 dibangun 1 unit plts belinyu, dan untuk pulau-pulau terpencil lainnya. “Kami mohon dibantu untuk transmisi, kami banyak alami kendala transmisi,” harapnya.

Gubernur Babel, Rustam Effendi menambahkan, persoalan listrik ini untuk segera dituntaskan, karena listrik menjadi penghambat investor yang akan masuk, mengingat keterbatasan pasokan listrik di Babel ini.

“Tolong carikan solusi lain, sambil nunggu perubahan UU 30, agar bisa bergerak, kalau nunggu 2X30 Mw ini saya rasa agak lama, persoalan listrik ini resep dokter sudah kalah tidak mempan, jadi diharapkan lebih serius lagi,” pintanya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button