LENSA NASIONALNEWS

Masyarakat Jangan Tertipu Investasi yang Janjikan Keuntungan

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar sosialisasi Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi di Novotel Bangka pada Rabu (25/11) pagi. Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa Keuangan OJK, Rusli Nasution mengulas Penghimpunan Dana dan Pengelolaan Investasi Melawan Hukum.

“Ada banyak jenis produk investasi yang beredar dimasyarakat, namun investasi-investasi tersebut harus benar-benar legal dan memiliki ijin serta diawasi oleh instansi terkait. Seiring derasnya produk investasi, OJK menggelar sosialisasi agar masyarakat tak menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan investasi,” ucap Rusli Nasution.

Ia menjelaskan produk investasi yang diawasi OJK, yakni Tabungan, Deposito,Saham,Obligasi/Sukuk/ORI, Reksa Dana, Tanah dan Bangunan (Properti), Perusahaan Asuransi, Dana Pensiun, Perusahaan Pembiayaan dan Koperasi. Sedangkan Mata Uang Asing/Forex dan Emas diawasi oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), sementara Franchise dan Multi Level Marketing (MLM) diawasi oleh Kementerian Perdagangan (Kemendag).

Ia memberikan tips menghindari penipuan investasi diantaranya memastikan perusahaan atau orang yang menawarkan produk investasi telah memiliki ijin sesuai dengan peruntukannya, baik dari OJK, Bank Indonesia (BI) atau Bappebti.

Selain itu masyarakat harus cerdas seperti memastikan Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) nya bukan ijin untuk melakukan penghimpunan dana masyarakat dan pengelolaan investasi, jangan tergiur dengan janji keuntungan yang tak wajar serta laporkan bila terdapat penghimpunan dana dan pengelolaan investasi yang mencurigakan.

Karakter investasi ilegal biasanya memanfaatkan Public Figur, Pejabat, Tokoh Agama hingga Artis. Menjanjikan keuntungan besar dan tak wajar, bonus barang atau kendaraan mewah juga tur keluar negeri. Mengaitkan antara investasi, amal dan ibadah. Memberi kesan seolah-olah bebas resiko, dijamin atau berafiliasi dengan perusahaan besar multi nasional.

Lalu tak memiliki izin usaha atau memiliki izin usaha tetapi tak sesuai dengan kegiatan usaha yang dilakukan. Menawarkan investasi secara online yang tak jelas domisili usaha dan tak berinteraksi secara fisik. Dana masyarakat dikelola kembali pada proyek diluar negeri.

Jika terdapat Underlying berupa barang, maka harga barang tersebut tak wajar jika dibanding dengan barang sejenis yang dipasarkan. Sifat investasinya berantai alias Member Get Member, khususnya jika tak jelas Underlying barang dari investasi yang hanya memutar uang antar Member.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button