LENSA NASIONAL

Gerhana Matahari Total Lintasi Bateng dan Belitung

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dipastikan akan menjadi lintasan Gerhana Matahari Total (GMT). Fenomena alam langka ini diprediksikan akan terjadi pada 9 maret 2016 yang dapat disaksikan langsung di Pulau Bangka bagian Tengah dan juga Pulau Belitung.

Fenomena langka ini dimanfaatkan oleh dinas pariwisata n budaya (Disbudpar) Babel sebagai gerbang untuk memperkenalkan potensi wisata di Bangka Belitung bagi para wisatawan mancanegara dan domestik . Mengingat hanya 10 daerah di Indonesia yang dapat menyaksikan langsung fenomena langka ini.

“Jaadikan GMT (Gerhana Matahari Total-Red) sebagai momentum untuk memperkenalkan wisata Babel yang lebih mendunia, dengan banyaknya yang berdatangan akan meninngkatkan perekonomian masyarakat Babel,” ujar kepala dinas pariwisata dan budaya Babel, KA Tajudin dalam acara sosilasi Gerhana Matahari Total (GMT) tahun 2015 di hotel santika pada rabu (25/11).

Ia menambahkan fenomena 40 tahunan ini akan mendatangkan banyak wisatawan dari mancanegara maupun wisatawan domestik, mengingat banyak peneliti maupun orang yang ingin menyaksikan peristiwa langka ini. Menurut Tajjudin Babel berpotensi besar untuk didatangi karena letak geografis Babel yang mendukung dibandingkan dengan 9 daerah lainnya.

“Akan banyak yang berdatangan karena saat ini saja penginapan di Belitung sudah penuh direservasi pada tanggal itu, orang akan pilih Babel dibandingkan daerah lain karena akses kita yang mudah baik dari laut, udara, maupun darat, cuaca kita mendukung, ini menjadi kesempatan bagi kita untuk bisa memanfaatkan peluang kita dalam bisnis dan promosi wisata,” terangnya.

Tajudin berharap kepada pelaku usaha maupun masyarakat untuk dapat mengambil kesempatan ini, untuk mempromosikan produk asli Babel, tidak hanya wisata namun kebudayaanpun dapat dijadikan peluang.

“Ini peluang bagi kita untuk memperkenalkan kuliner, budaya, dan wisata kita. Kita beruntung Babel salah satunya ini anugerah Tuhan. GMT ini menjadi peluang bagi masyarakat kita untuk meningkatkan ekonomi masyarakat misalnya travel, penerbangan, dan lainnya,” tandasnya.

Tajudin berharap masyarakat Babel dapat menyambut wisatawan ini tanpa meninggalkan adat istiadat. Selain itu ia berpesan kepada pelaku usaha meskipun ini peluang, pelaku usaha agar tetap bisa profesional dengan tidak memasang tarif yang terlalu tinggi.

“Tarif jangan dinaikkan baik itu penerbangan, hotel, karena jika dinaikkan dari tarif normal akan memengaruhi kunjungan wisatawan dan akan memunculkan image yang jelek, sehingga mereka enggan untuk datang lagi nantinya, makanya ini harus tetap kondusif,” ingatnya.

Ia mengharapkan kepada industri kreatif maupun masyarakat untuk segera memproduksi berbagai kerajinan khas Babel seperti boneka dan pernak-pernik lainnya. Pemerintah juga akan turut mengadakan kegiatan-kegiatan yang mendukung pariwisata Babel seperti menampilkan kebudayaan khas Bangka di pusat Kota.

“Kita harus memaksimalkn fenomena alam untuk kepentingan masyarakat, kalau mau memproduksi ya silahkan tapi harus ada inovasi. Kami pemprov akan mengadakan event sendiri, kami akan mendukung kab/kota untuk mengadakannya untuk masyarakat yg punya ide kami juga akan akomodir,” tandasnya.

Asisten Deputi Industri Pariwisata dari Kementrian Pariwisata, Arius Santun menyebutkan fenomena yang berdurasi 2-3 menit ini dari segi peristiwa sangat luar biasa. “Para peneliti dari luar negeri pasti akan datang untuk menyaksikan GMT baik untuk tujuan wisata maupun ilmu pengetahuan,” ujarnya.

Arius mengajak penggiat wisata dan pemerintah untuk menyukseskan GMT yang dapat disaksikan di Bangka dan Belitung. Oleh karena itu ia meminta kepada seluruh masyarakat juga mampu memanfaatkan peluang ini dan dijadikan cara untuk memperkenalkan Babel.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button