LENSA TINSNEWS

DitPolair Polda Babel Amankan 5 Pemilik Ponton yang Diduga Ilegal

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Direktorat Kepolisian Perairan (Dit-Polair) Polda Kepulauan Bangka Belitung (Babel) telah menetapkan 5 tersangka pemilik ponton Tambang Inkonvensional (TI) jenis Apung yang beroperasi di pesisir pantai Tanjung Bunga Air Itam pada Senin (16/11/) siang kemarin.

Seijin Direktur Polair Polda Babel, Kombes Pol Lukas Gunawan melalui Kasi Gakkum, AKBP Adi Nugraha mengungkapkan setelah melakukan pendalaman pihaknya telah mengamankan kelima pemiliki ponton TI Apung tersebut yang merupakan warga Air Itam.

“Dalam penertiban itu, kami telah membongkar sebanyak lima ponton TI Apung dan telah mengamankan kelima tersangka pemilik ponton yakni IW, DD, AG, AL, dan BD yang merupakan warga air itam ,” ujarnya.

Ia menjelaskan barang bukti yang ditemukan ialah 5 kampil pasir timah. Namun hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap TI Apung yang beroperasi di luar wilayah pertambangan.

“Kasus ini masih kita kembangkan dan masih dilakukan proses penyelidikannya, barang bukti dari 1 ponton kami temukan 1 kampil totalnya ada 5kampil dari 5 ponton,” beber AKBP Adi. Menurutnya penertiban TI Apung ilegal merupakan bagian dari pelakasanaan operasi PETI yang dilakukan seluruh jajaran kepolisian di wilayah Babel.

“Penertiban terhadap TI Apung ilegal tersebut dalam rangka melaksanakan operasi pertambangan tanpa izin (PETI) yang sudah kami gelar selama satu minggu ini,” katanya.

Dalam perkara ini penyidik menerapkan Pasal 161 Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba) dengan ancaman kurungan penjara selama 10 tahun dan denda Rp5 miliar.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button