LENSA KRIMINALNEWS

Ditpolair Babel Gagalkan Penyelundupan Timah ke Malaysia

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Direktorat Kepolisian Air (Ditpolair) Polda Kepulauan Bangka Belitung telah mengamankan satu unit Kapal Motor Mulia (KM) GT 26 yang berlayar ke Tuing lantaran diduga kuat hendak menyelundupkan 200 kampil pasir timah menuju Gudang Pasir Malaysia pada Sabtu (14/11/) lalu.

Seijin Direktur Polair Polda Babel, Kombes Pol Lukas Gunawan melalui Kasi Gakkum, AKBP Adi Nugraha menjelaskan bahwa pihaknya kemudian mengamankan 1 unit kapal 26 Gross Ton (GT) bersama seorang Nahkoda, Nasrun (53) warga Tanjung Pinang Kepri berikut 3 Anak Buah Kapal (ABK) yakni musyadi asal Bintan, Herlianto asal Bintan dan Azhari asal Barelang.

“Kapal tersebut kami amankan pada Sabtu (14/11) sekitar pukul 15.00 WIB pada saat kapal Patroli 2008 laksanakan patroli rutin dalam giat operasi pertambangan tanpa izin (Peti) ke perairan Pulau Dua,” katanya Selasa (17/11).

Menurutnya setelah diamankan, Kapal Patroli 2008 langsung mengawal kapal tersebut ke pelabuhan Satrolda Pangkal Balam untuk selanjutnya dilakukan interogasi. Ia menambahkan kapal yang diamankan tersebut berasal dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau.

“Awalnya armada patroli kita mencurigai gerak-gerik kapal di perairan Pulau Tujuh. Ternyata setelah diperiksa, kapal tersebut tanpa SIB (Surat Ijin Berlayar-red) yang sah. Kita interogasi Manives (Daftar Muatan-red) nya ternyata mereka siap mengantarkan timah. Segera kita menggiringnya ke dermaga,” ungkap AKBP Adi.

Ia menyebutkan, saat ini nakhoda beserta tiga ABK telah diamankan di Ditpolair Polda Babel. Selain itu, pihaknya juga mengamankan barang bukti berupa satu unit kapal KM mulia GT 26, dokumen Kapal yang melekat di kapal, bendera Malaysia, paspor, SIB yang diduga palsu dengan manifest mengangkut timah 200 kampil berangkat dari Tanjung Pinang tujuan ke Pasir Gudang Malaysia dan peralatan navigasi.

“Untuk kasus ini kami akan menerapkan pasal 323 ayat 1 UU nomor 17 tahun 2008 tentang Pelayaran dengan pidana penjara paling lama lima tahun dan denda paling banyak Rp600 juta,” ujarnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button