LENSA NASIONALNEWS

Diteror, Pesawat Mendarat Darurat di Depati Amir

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Pesawat komersil yang memuat 182 penumpang, tiba-tiba harus mendarat darurat di Bandara Depati Amir. Dikarenakan mendapat ancaman teror dari sekolompok orang yang bersenjata dengan ancaman akan meledakkan pesawat.

Salah seorang penumpang gelap menyandra pramugari dan memerintahkan pilot agar pesawat mendarat Depati Amir, mengetahui kejadian tersebut sontak para penumpang panik. Pelaku ingin berkomunikasi langsung dengan penguasa bandara bahwa pesawat sudah dipasang bahan peledak.

Pertugas tower melaporkan kejadian tersebut kepada general manager bandara guna menjelaskan tuntutan pembajak pesawat dan berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk membebaskan 5 teman pembajak yang ditahan di Lapas Pangkalpinang sehigga negoisasipun berlanjut.

Bersamaan dengan itu GM bandara mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC) guna menghubungi jajaran komite keamanan penerbangan dan komite penanggulangan gawat darurat bandara, termasuk Kapolres Pangkalpinang.

Dengan bantuan aparat keamanan yang mengerahkan satuan brimob anti teroris menuju bandara yang sudah terisolasi. Pesawat naas tersebut akhirnya memasuki bandara depati amir, untungnya 4 penumpang pesawat merupakan anggota Polri yang diam-diam berkoordinasi dengan aparat keamanan.

Kempat penumpang Polri berinisiatif untuk melumpuhkan pembajak di dalam pesawat, mereka menyergap dan berhasil mengamankan situasi. Sayangnya satu penumpang yang disandera mengalami luka tusuk. Saat mendarat penumpang segera dievakuasi oleh komite keselamatan dengan dikawal Gegana Brimob. Pembajak pesawat langsung diamankan aparat.

General Manager Angkasa Pura II, Eko Prihadi menceritakan bahwa hal tersebut hanyalah skenario latihan Table Top Excercise keamanan penerbangan dan penanggulangan keadaan darurat Bandar Udara (Bandara) Depati Amir-Bangka yang dilaksanakan saat Rapat Komite di Soll Marina pada Kamis, (26/11).

Eko menjelaskan Table Top Excercise ini diakan guna memberikan gambaran jika suatu saat terjadi kondisi darurat di Bandara Depati Amir dapat ditangani dengan sigap.

“Table top ini memberikan gambaran kepada kita semua jika memang suatu saat ini terjadi kita sudah siap menghadapi kondisi darurat ini, kesiapan pengamanan memang sudah kita tingkatkan, kemarin kita sudah lakukan random ceck dan seterusnya mengarah kepada pengamanan itu kita lakukan, pengamanan 100 persen kita siap,” terangnya.

Ia mengakui kegiatan seperti merupakan agenda rutin terkait dengan komite pengamanan dan penanggulangan keadaan darurat. Kegiatan seperti ini tidak hanya sebatas table top namun akan direalisasikan dilapangan dan masih terus berlanjut

“Seusai dengan aturan bahwa semua yang terkait dengan penanggulangan keadaan darurat itu akan ada sosialisasi dalam bentuk rapat-rapat komite terutama untuk komite keamanaan 4 kali dalam satu tahun, kemudian adanya latihan seperti table top minimal 1 tahun sekali kemudian ditindaklanjuti dengan tindak pelatihan yang sifatnya full skill itu dilakukan 1 kali dalam 2 tahun, jadi ini nanti masih berlanjut akan dilanjutkan di 2016,” tandasnya.

Ia berharap pelaksanaan simulasi dilapangan akan dilaksanakan di Terminal baru yang hingga saat masih dalam pembangunan. “Kita sudah anggarkan di tahun 2016 akan kita lakukan simulasi pastinya akan menghadapi pengoperasian terminal baru ini memang pelaksanannya lebih baik setelah terminal baru ini diresmikan,” tutupnya.

Penulis : Krisyanidayati

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button