NEWS

WPR jadi solusi kerusakan lingkungan akibat penambangan

Krisyanidayati

Lensa Bangka Belitung, Pangkapinang – Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Lingkungan (Gempa) Bangka, David Sultan meminta kepada pemerintah untuk segera merealisasikan wilayah pertambangan rakyat (WPR) demi jelasnya pertanggungjawaban reklamasi terhadap wilayah pertambangan.

Menurutnya aktivitas ilegal minning sudah pasti merusak keseimbangan alam, meskipun demikian pihaknya mempersilahkan aktivitas pertambangan secara legal mengingat sektor pertambangan memiliki peran sebagai mata pencharian masyarakat.

“Kami tidak melarang untuk menambang tapi perlu diperhatikan keseimbangannya seperti direklamasi agar lingkungan ini tidak rusak. penambangpun jangan dilakukan secara sembarangan seperi hutan lindung, hutan produksi jangan ditambang semua,” jela David.

Ia menambahkan pemerintah dan aparat keamanan segera menegakkan aturan terkait dengan realisasi WPR di Babel agar jelas pertanggungjawaban reklamasinya.

“Pemerintah untuk menegakkan aturan seperti cepatlah ditentukan WPR oleh pemerintah agar jelas pertanggungjawaban reklamasinya apakah smelter apakah PT Timah atau Pemerintah yang akan mereklamsi lahan bekas tambang,” tandasnya.

Untuk mengenalkan dampak pertambangan, Gempa Bangka rutin memberikan sosialisasi kepada penambang melalui talkshow di RRI atau sosialisasi langsung ke hadapan masyarakat.

“kami dari gempa sering talkshow di RRI untuk mengingatkan bahwa peraturan yang sudah jelas tinggal keberanian dari pemerintah untuk eksekusi peraturan dari penegak hukum,” ungkap David.

Gempa Bangka menghimbau kepada pemerintah untuk segera merealisasikan WPR agar penambang liar tidak dianggap maling.  “kalau pemerintah memikirkan masyarakat segera buat WPR jangan sampai nanti mereka dianggap maling, mereka menambang pasti mau untuk diminta reklamasi jika WPR terealisasi,” tutupnya.

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button