LENSA KRIMINALNEWS

Pelajar SMA Kantongi Shabu Senilai 10 Juta

Krisyanidayati

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Direktorat Reserse Narkoba (Dit-Resnarkoba) Polda Babel berhasil menahan Fisikar alias Fikar bin Edi (18) warga jalan Mujair I Kelurahan Rejosari Kecamatan Pangkalbalam pada Rabu (14/10/2015) sore. Penangkapan pelajar SMA ini dikarenakan menyimpan Narkoba jenis Shabu, Fikar merupakan residivis dengan kasus yang sama.

Seijin Direktur Resnarkoba Polda Babel, Kombes Pol Hariono melalui Kasubdit I, AKBP M. Marpaung menerangkan bahwa Fikar tertangkap tangan sedang mengantongi shabu di kediamannya. Terlebih aparat menemukan barang bukti berupa 2 paket sedang Shabu, 1 paket kecil Shabu seberat 5,35 gram dengan total harga sekitar Rp10 juta serta 2 unit Blackberry.

“Pelaku Narkoba kita amankan setelah mendapat informasi dari masyarakat. Pelaku yang berstatus pelajar disalah satu SMA swasta di Pangkalpinang. Pelaku merupakan residivis yang sudah dua kali tersandung kasus narkoba, Ia pernah dijebloskan ke penjara pada April 2015 lalu dan menjalani hukuman 4 bulan kurungan,” jelas Kasubdit.

Kasus ini terus dikembangkan aparat karena berdasarkan keterangan Fikar barang haram tersebut dititipkan oleh temannya yang berinisial Ti yang dititipkan pada Selasa, (13/10). Fikar yang mengaku sudah mengenal Ti sejak Februari lalu sehingga dipercaya untuk menyimpan barang haram tersebut.

“Kenal dengan Ti dikenalin kawan sekitar bulan Februari lalu, jadi saya mau saja dititipin barang dengan upah bisa menggunakan barang tersebut,” aku Fikar.

Fikar yang sempat merasakan pahitnya hidup dibalik jeruji penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tuatunu tersebut menceritakan bahwa Shabu itu merupakan milik seorang teman dekatnya sedangkan dirinya hanya dijatah sedikit Shabu untuk dikonsumsinya sendiri.

“Sudah dua kali ditangkap, Shabu ini cuma titipan, lalu saya dapat upah untuk makai saja. Belum diambil oleh teman, saya sudah ditangkap Polisi. Saya tahu saya ini salah, saya juga masih sekolah kelas tiga SMA,” lirihnya.

Mencermati pengakuan Tsk tersebut, dengan demikian penyidik Dit-Resnarkoba siap menerapkan Pasal 112 subsidair Pasal 114 Undang-Undang Republik Indonesia (UU-RI) Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun lebih.

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button