NEWS

Mungkinkah WPR Terealisasi?

Krisyanidayati

Lensa Bangka Belitung, Pangkalpinang – Harapan masyarakat akan terealisasinya wilayah pertambangan rakyat (WPR) tidak pernah putus hal ini dibuktikan dengan disuarakannya harapan tersebut di berbagai forum. Mulai dari kalangan rakyat hingga aparatur pemerintah agar hal ini segera terwujud.  

Dalam forum dialog dengan Gubernur dalam pelatihan pengembangan kapasitas aparatur dan kader desa tahun 2015 Selasa (27/10), Kepala Desa (Kades) Tempilang kabupaten Bangka Tengah (Bateng) Edi Purnomo kembali  menyampaikan apreasiasi warganya kepada Gubernur terkait realisasi WPR di daerah mereka.

“Tolong pak, tolong segera realisasikan WPR ini tidak hanya diinginkan oleh daerah kami saja, tapi saya rasa semua daerah mengharapkan ini, tolonglah pak segera direalisasikan minimal pada 2016 nanti,” ujar Edi.

Menurut Edi daerah mereka berpontensi dalam bidang pertambangan namun sangat disayangkan karena di daerahnya terdapat Izin Usaha Pertambangan (IUP) sebuah perusahaan. Edi mengaku pernah di demo oleh masyarakatnya terkait dengan WPR. Namun dengan keadaan yang Edi hanya bisa memberikan penejelasan kepada masyarakatnya.

“Daerah kami berpotensi dalam hal pertambangan, tapi disana ada IUP milik sebuah perusahaan, masyarakat saya sangat mengharapkan WPR sampai-sampai saya di Demo karena hingga saat ini di daerah kami belum ada WPR,” jelas Edi yang disambut riuhan tepuk tangan dari seluruh peserta pelatihan.

Menanggapi hal tersebut Gubernur Bangka Belitung (Babel), Rustam Efendi mengatakan fenomena yang ada di Babel saat ini ialah rakyat menambang memang belum ada pertambangan rakyat, Menurutnya hingga saat ini pemerintah terus menunggu keputusan dari Kementrian Energi Sumber Daya Mineral terkait penetapan WPR.

“Waktu pak Jokowi datang kesini, beliau ingin melihat WPR saya katakan saja pak disini tidak ada WPR yang tambang rakyat, melihat situasi yang ada di lapangan orang no 1 di Indonesia pun berjanji akan segera menindaklanjuti persoalan pertambagan yang ada di negeri kita,” terang Rustam.

Rustam menambahkan hingga saat ini pihaknya masih menunggu keputusan pusat terkait realisasi WPR termasuk menunggu kelanjutan persoalan kobatin. Hingga saat ini pihaknya terus mengusahakan dan mendesak pusat agar ada percepatan dari persoalan ini.

“Jadi gini kami hingga saar ini masih menunggu rekomendasi kabupaten/kota untuk mengusulkan ke pusat. karena yang memberikan izin untuk WPR itu kan pusat,” yang jelas saya dan kawan-kawan masih terus mengusahakannya agar cepat terealisasi,” ungkapnya.

Hal serupa juga disampaikan Ketua DPRD Babel, Didit Srigusjaya menyatakan perlu meluruskan mekanisme untuk menerapkan WPR terkait dengan Undang-Undang 23 Tahun 2003 bahwa kewenangan memang ada pada Gubernur tetapi berdasarkan rekomendasi dari Bupati. Ia juga meyakinkan bahwa pihaknya dan gubernurnya terus berkoordinasi dan menjadikan WPR  sebagai program utama program Gubernur.

“Mekanisme penentuan WPR berdasarkan Undang-Undang No 23 Tahun 2003 kewenangan memang ada pada gubernur tapi bupati juga harus ikut usulkan, kami terus bekerja keras untuk realisasi ini bahkan ini menjadi program utama gubernur,” terangnya.

Menurut Dewan Pembina Asosiasi Tambang Rakyat Daerah (Astrada), Johan Murod mengatakan sebenarnya tidak ada alasan pemerintah untuk menunda-nunda WPR karena aturannya sudah jelas tinggal pelaksanaanya. Jika memang belum bisa dalam waktu dekat bisa menerapkan solusi dengan pola kemitraan.

“Seharusnya WPR itu sudah terealisasi kan undang-undangnya udah ada tinggal pelaksanaanya, kalau gak terapkan saja pola kemitraan agar masyarakat kita tidak dianggap maling terus kalau sedang menambang,” jelasnya.

Menurutnya pemerintah lamban dalam menentukan WPR sebab pihaknya sudah memperjuangkan WPR ini semenjak 9 tahun silam dengan harapan hak rakyat agar dapat menambang dengan aman dapat terwujud . Namun hal ini juga harus sejalan dengan pemerintah agar tidak hanya belitung timur yang memiliki WPR tapi kabupaten lain di Babel juga ikut memiliki WPR.

(alp)

Lensa Bangka Belitung

Portal Berita Terkini Bangka Belitung

Related Articles

Leave a Reply

Back to top button